Pengalaman yang tak akan terlupakan bersama 2 orang sahabat yang kerenn, asik, dan hebat. Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan seperti perjuangan mendapatkan tiket walaupun akhirnya gagal, membuat rencana baru ketika rencana yang telah direncanakan gagal, persahabatan yang erat, bertemu sahabat baru, mengenal budaya dan kebiasaan baru di karimunjawa, dan masih banyak lagi. Dimana pengalaman itu hanya dapat didapatkan di alam. Thnx brothers 🙂

———————————————————————————————————————

Jumat, 8/7/2011

Rencana keberangkatan rombongan ke karimunjawa yang awalnya berjumlah empat orang akhirnya berkurang menjadi tiga orang, karena alasan sakit. Jadi ketiga orang tersebut adalah Bayu (saya), Dhika, dan Adit. Saya dan Dhika berangkat ke Jepara terlebih dahulu menggunakan motor astrea prima sekitar jam 16.30 wib sedangkan Adit menyusul menggunakan bus dari terminal Terboyo ongkos dari Terboyo ke Jepara Rp10.000,00. Sekitar jam 18.20 wib Saya dan Dhika sampai di rumah pak Inggi desa Langon kecamatan Tahunan bernama bapak Santoso, di rumah pak Inggi ini kami berencana akan menumpang menginap. Tak lama, Dhika menjemput Adit yang sudah sampai di Jepara jam 20.00 wib . Sambil menunggu istirahat kita ngobrol dengan keluarga pak Inggi. Tak terasa jam pun menunjukkan pukul 22.00 wib, saatnya istirahat.

Jumat, 8/7/2011 - istirahat di rumah pak Inggi desa Langon, kecamatan Tahunan, Jepara.

Sabtu, 9/7/2011

Selamat pagi semua, sudah tidak sabar nih menginjakkan kaki di Karimunjawa. Demi ke Karimunjawa kitapun harus bangun pagi, melihat jam tanganku jarum jam sudah menunjukkan jam 04.30 wib. Setelah berpamitan dengan pak Inggi dan bu Inggi, kita meluncur eh, naik lebih tepatnya. Yaitu naik pick up bak terbuka, di belakang ada Adit dan Dhika katanya sih ingin merasakan udara pagi Jepara. Saya duduk di kabin bareng mas Rido (adiknya pak Inggi) yang nyetir. Perjalanan dari rumah pak Inggi menuju pelabuhan sekitar 10 menit, tidak jauhlah. Kami pun masuk ke pintu gerbang pelabuhan, sebelum masuk kita harus membayar pas pelabuhan dulu cuma Rp2.000,00.

Wow kk woW, ternyata antriannya cukup panjang, dan saya tidak percaya apa yang tertulis di kaca loket “LOKET TUTUP”, damn!!!. Menurut info loket dibuka jam 06.00 wib padahal kami sampai depan loket jam 06.10 mosok dalam waktu 10 menit sudah habis?!. Beginilah kalau resiko berlibur ke Karimunjawa pada masa liburan. Hmf, karena masih banyak calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket, pihak pelabuhan kemudian menambah jadual keberangkatan KMP Muria besok pagi di jam yang sama. Oke dah, masak gara-gara kehabisan tiket gak jadi ke Karimunjawa, . Akhirnya KMP Muria jadual keberangkatan hari Sabtu tanggal 9 juli 2011 meninggalkan bumi kartini. Oya, ada satu cerita dari banyaknya penumpang yang tidak terangkut, ternyata ada satu rombongan dari Jakarta yang sudah membeli tiket dan mobil yang dibawanya sudah masuk ke kapal tapi tetap tidak terangkut. Keberuntungan masih ada di kita ternyata, kata Adit “untung belum beli tiket” 🙂

Sambil menunggu waktu hingga esok, kitapun berkunjung ke pulau Panjang. Kebetulan saya dan Adit belum pernah ke pulau itu. Tiket kapal menuju ke pulau Panjang hanya Rp12.000,00 per orang sudah termasuk pp, waktu perjalanan sekitar 15 menit dengan menggunakan kapal yang bunyi mesinnya dog…dog…dog….dogg…. keras sekali.

Sampai di pulau Panjang yang berpasir putih dengan degradasi warna air lautnya yang dari hijau ke biru semakin menambah kecantikan pulau ini. Tapi sayang, cukup banyak ditemukan sampah-sampah yang bertebaran. Kami pun mampir di warung buat sarapan, ternyata dari tadi belum makan nasi, cuma makan roti buat bekal yang dibeli Dhika tadi malam ketika menjemput Adit di indomaret. Kami bertiga memesan soto ayam seharga Rp6.000,00 include es teh, lumayan juga. Oya, tadi waktu jalan mau ke warung saya melihat ada rombongan yang ngcamp di pulau Panjang, ah asik juga ya kalau ngcamp di sini. Lagi enak-enaknya menghabiskan soto ayam ada enam cewek bule datang ke warung sama, mereka mau makan disini juga ternyata. Tapi mereka kesulitan berkomunikasi dengan penjual, mereka pun minta bantuan kita buat berkomunikasi dengan penjual. Dengan penuh percaya diri saya dan Dhika akhirnya bercasciscus English dengan kemampuan yang pas-pasan, hampir 15 menit waktu yang dihabiskan untuk mengetes hasil Toefl saya yang cuma 400 hehe.. . Keenam cewek bule itu dari Perancis gan, kenapa saya bisa tahu?? Ya dari mereka berkomunikasi ke sesama temennya lah, kalau ngomong suaranya seperti ada yang ketahan dihidung gitu :p

Setelah selesai makan dan tidak lupa membayar juga, kami pun melanjutkan petualangan di pulau Panjang. Di pulau ini sudah ada jalan yang telah dipaving yang mengelilingi pulau Panjang. Di tengah pulau ini sepertinya hanya hutan dan ada beberapa gedung dari dinas perikanan dan kelautan (kalau salah ya maaf ). Di sisi lain pulau ini ada sebuah dermaga panjang yang hampir menuju ke tengah laut, keren banget lah pokoknya pemandangan di sini cocok banget buat di pakai foto prawed. Kami berhenti sejenak dan bernarsis ria, hehe.. Setelah berfoto-foto dengan properti dermaga pulau Panjang, kami kembali menyusuri pulau Panjang untuk kembali ke titik kedatangan kami sekaligus menjadi titik kepulangan kami.

Lama juga menunggu kapal yang akan menjemput kami setengah jam sepertinya ada deh waktu buat menunggu kapal itu. Sambil menunggu kami menghabiskan satu bungkus roti lagi dan satu botol Aqua kapasitas 1 Liter. Wow, kapal yang kami tunggu akhirnya datang juga tapi kami masih menunggu penumpang lain, menunggu penuh baru berangkat, fiuh.. Sejauh mata memandang saya melihat ada bongkahan besi di tengah laut seperti bentuk crane, ternyata itu kapal yang tenggelam milik PLTU. Kapal yang akan membawa kami kembali ke pelabuhan akhirnya berangkat juga, sampai di pelabuhan sekitar jam 12an. Tidak terasa ternyata kami berada di pulau Panjang selama 3 jam, lama juga. Oya, tadi sebelum berangkat ke pulau Panjang Dhika menerima telpon dari Aar yang nanyain status kita apakah sudah berangkat atau belum. Setelah Dhika menceritakan segala penderitaan kita yang terlantar luntang-lantung tak karuan di sini karena gagal mendapatkan tiket KMP Muria keberangkatan hari ini, si Aar mengabarkan akan balik ke Jepara dan ketemu kita. Dia berangkat dari Semarang jam sebelas, jadi perkiraan sampai Jepara sekitar jam 13.00 wib. Karena waktu menunggu kedatangan Aar masih lama, kita pun makan siang dulu di warung makan bu Lastri harga makanannya berkisar Rp5.000,00 sampai Rp10.000,00.

Jam 13.30 wib Aar pun datang menggunakan mobil Mazda properti Bejeu yang bisa muat sampai sekitar 9 orang, luas gan. Aar mengajak kita untuk beristirahat sejenak di rumahnya, sekitar 5 menit perjalanan menggunakan mobil dari pantai Kartini, tidak jauh. Di rumah ini ada satu bus Bejeu yang sedang dalam proses pengecatan tapi kok tidak ditemukan pintu masuk supirnya ya, eksperimen yang aneh dari Bejeu . Sampai jam 16.00 wib kita beristirahat di rumah Aar sebelum melanjutkan trip melihat sunset di pantai Bandengan.

Suasana pantai Bandengan jam 16.30 wib masih ramai sekali, ada yang bermain air di pantai, banana boat, dan naik kapal yang sepertinya habis berkunjung dari pulau Panjang. Keren, bisa melihat sunset disini dengan cuaca yang cerah. Setelah melihat sunset kita diajak Aar berkunjung ke rumah keluarga besarnya. Kesan pertama ketika saya masuk ke ruang tamunya adalah, luas bangetzzz. Lalu berjalan masuk ke dalam buat makan malam, wuih masih panjang bo rumahnya hehe.. Setelah makan, kita masih ngejunk bareng online maupun offline . Tak terasa saya ketiduran gan, capek bener nih badan. Jam 21.30 wib kami kembali lagi ke rumah Aar yang dekat dengan pelabuhan untuk istirahat.

Iklan