Minggu, 10/7/2011

Kali ini kami bertiga bangun lebih pagi, jam 04.00 wib sudah bangun. Setelah siap-siap jam 05.15 wib kami berangkat menuju pelabuhan dengan diantar Aar. Kembali membayar pas pelabuhan sebesar Rp2.000,00. Kali ini kami datang loket belum buka tapi yang mengantri jangan ditanya, sudah panjang euy. Sebagian besar yang mengantri hari ini adalah calon penumpang yang tidak mendapatkan tiket keberangkatan kemarin. Petugas loket mendahulukan menjual tiket kepada penumpang yang telah terdata karena tidak kebagian tiket kemarin. Harga tiket kelas ekonomi totalnya Rp30.500,00 (terdiri dari Jasa angkutan Rp26.500,00 + Jasa asuransi Rp2.000,00 + Retribusi Rp2.000,00), kami pun berhasil mendapatkannya. Oya, lebih baik setelah mendapatkan tiket untuk segera naik ke kapal karena kapal akan langsung berangkat kalau sudah penuh padahal berdasarkan jadual kapal akan berangkat jam 09.00 wib. Fiuh, tanpa berlama-lama setelah mendapatkan tiket kami segera naik ke kapal. Ternyata oh ternyata, di atas kapal di bagian tempat duduk kelas ekonomi sudah hampir penuh. Tapi kami masih beruntung di pojok kanan kapal masih ada tiga kursi kosong.

Minggu, 10/7/2011 - KMP Muria persiapan menuju Karimunjawa.

Minggu, 10/7/2011 - Aar Alfian, makasih brother 🙂

Minggu, 10/7/2011 - Kelas ekonomi KMP Muria.

Kursi kelas ekonomi di kapal ini terbuat dari fiber glass, seperti kursi yang dipakai buat menunggu bis di terminal atau menunggu kereta di stasiun, sangat tidak nyaman untuk diduduki selama 6 jam untuk perjalanan menuju Karimunjawa, oh no. Kalau kursi kelas VIP yang saya lihat seperti kursi di bus-bus patas, berbusa dan empuk. Suasana di kelas ekonomi KMP Muria sudah penuh, ada TV LCD ukuran 32 inch di depan yang sedang menayangkan acara inbox, lalu dibawah dan disamping kanan kirinya ada lemari untuk menampung jaket penyelamat warna oranye. Di lemari sebelah kiri tertulis dengan tulisan warna merah “Dewasa: 62 jaket, Anak: 2 jaket”. Saat yang kami tunggu-tunggu pun tiba, KMP Muria tujuan Karimunjawa menyalakan mesin dan segera berangkat, jarum jam menunjukkan jam 07.15 wib. Bagi yang tidak kuat dengan perjalanan laut disarankan untuk makan Antimo untuk mencegah mabuk laut dan selama perjalanan banyak tidur. Di KMP Muria ada fasilitas kantin yang menyediakan Pop Mie seharga Rp5.000,00 per cup serta ada beberapa macam snack lainnya, sewa sleeping bed hanya Rp10.000,00.

Minggu, 10/7/2011 - Suasana di dalam KMP Muria kelas ekonomi.

Sekitar jam 13.30 wib saya sudah melihat daratan yang saya kira adalah pulau Karimunjawa, tapi perkiraan saya salah itu adalah pulau Menjangan Besar sedangkan pulau Karimunjawa masih di seberang. Kapal perlahan-lahan mengurangi kecepatan bersiap untuk bersandar, para penumpang segera turun. Langkah demi langkah kami keluar dari kapal, Yihaa!!! akhirnya kami menginjak tanah Karimun . Perjalanan kami lanjut menuju keluar pelabuhan, oya tidak lupa kami mengabadikan momen foto bersama di gapura Selamat Datang di Karimunjawa. Sedang asyik berfoto kami disamperi seorang bapak tua kurus, tinggi, berkulit hitam, memakai topi dan kemejanya dimasukkan rapi ke dalam celana panjangnya. Beliau bilang ke Adit “anda rombongan dari Semarang yang bernama Adit?tiga orang?”, dengan lantang kami menjawab “betul pak!!”. Sejak turun dari kapal sebetulnya kami bingung kemana arah menuju ke home stay yang telah kami booking sejak hari Kamis. Kami tunggu-tunggu di ruang tunggu tidak ada yang menjemput kami, khawatir juga padahal. Beliau bernama pak Mulyono pemilik home stay Mulya Indah, kemudian beliau menawarkan kepada kami “mau naik apa ke home stay?naik becak atau mobil?”, kami putuskan naik mobil saja dengan pertimbangan sudah termasuk pelayanan dari pihak home stay, tapi kami salah besar ongkos sewa mobil tetap dibebankan kepada kami. Ongkos sewa mobil dari pelabuhan menuju home stay yang berjarak sekitar 2 kilometer Rp25.000,00. Apalagi satu mobil itu hanya diisi kami bertiga, hadeh. Perjalanan menuju home stay hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja, jam 15.00 wib kami menginjakkan kaki di tempat peristirahatan yang akan kami tinggali selama di Karimunjawa. Home stay kami ada lima kamar yang masing-masing berkapasitas 2 orang hingga 3 orang. Kami ditempatkan di kamar atas lantai 2 yang berkapasitas 3 orang.

Minggu, 10/7/2011 - Buritan KMP Muria

Minggu, 10/7/2011 - Pulau Karimunjawa

Minggu, 10/7/2011 - Speed boat di Karimunjawa.

Minggu, 10/7/2011 - Dermaga pulau Karimunjawa.

Minggu, 10/7/2011 - Penumpang KMP Muria sudah sampai di pulau Karimunjawa.

Minggu, 10/7/2011 - Foto di gapura Selamat Datang di Karimunjawa.

Home stay Mulya Indah dari luar tampak kurang terlihat karena tertutup dua pohon yang pucuk daunnya sudah menyentuh lantai dua, temboknya bercat kuning, serta lantainya berkeramik warna biru. Di bagian kanan depan rumah ada sebuah kolam ikan yang berisi ikan sapu-sapu dan ikan kecil lainnya, dan di depan kolam ikan berjejer empat sepeda dengan kondisi seadanya. Di pikiran saya bisa nih dipinjem buat gowes hehe.. Sewa sepeda di home stay Mulya Indah adalah Rp20.000,00 per hari. Kedatangan kami disambut bu Mulyono dan putrinya, kemudian kami dipersilahkan duduk di ruang tamu yang berkursi empuk sangat nyaman, bagi kami terasa duduk di suatu pesawat kelas VVIP karena sebelumnya kami merasakan duduk di kursi fiberglass yang keras selama enam jam. Belum selesai membayangkan serasa duduk di kelas VVIP kami disuguhi es gempol dan pisang goreng. Es gempol merupakan minuman santan dan ada gempol (bola dari tepung beras berwarna pink). Bu Mulyono juga meminta kami untuk mengisi data diri kami sesuai kartu identitas di sebuah buku induk, katanya untuk data kepolisian. Di sela-sela kami sedang mengisi data diri bu Mul juga bercerita kalau beliau juga sedang menunggu dua rombongan lagi yang akan menginap di home stay-nya, mereka juga senasib dengan kita tidak mendapatkan tiket KMP Muria jadual keberangkatan hari Sabtu. Satu rombongan dari Jakarta dan satunya lagi rombongan dari Bandung yang akan KKN selama sebulan di Karimunjawa. “Buset, KKN di Karimunjawa asik banget ya” pikir saya. 10 menit kemudian rombongan kedua datang, terdiri dari tujuh cowok dari Jakarta. Rombongan ketiga yang dari Bandung tadi, kesemuanya empat cewek dimana masing-masing membawa satu koper dibawa dengan cara ditarik menggunakan roda.

Minggu 10/7/2011 - Home stay Mulya Indah.

Pak Mul pun datang dan segera menunjukkan kamar kami yang berada di lantai dua, letaknya paling pojok. Isi di kamar kami terdiri dari satu kasur single bed untuk tiga orang, satu set lemari dan kaca, satu kipas angin, serta satu stop kontak. Disarankan untuk membawa stop kontak tambahan seperti T steker agar bisa digunakan untuk menyalakan kipas angin, mengecharge baterai HP atau lainnya. Setelah menaruh tas-tas ke kamar kami segera mandi, untuk menyegarkan kembali badan yang selama 6 jam diayun-ayun oleh ombak. Kemudian, bareng Jerry team leader dari rombongan Jakarta kita diajak makan bareng di warung makan bu Ester di dekat alun-alun. Perut kita sudah keroncongan, karena tadi di kapal hanya makan beberapa potong roti dan Pop Mie, yah bagi orang jawa kalau belum makan nasi berarti belum makan dan tetep terasa lapar. Jaraknya sekitar 200 meter dari home stay kita, sangat dekat kawan. Kisaran harga di warung makan bu Ester dari Rp4.000,00 – Rp10.000,00, modelnya prasmanan jadi agan ambil sendiri lauk pauknya.

Minggu, 10/7/2011 - Rumah Makan bu Ester.

Jam 17.15 kami selesai makan, sambil berjalan meninggalkan Jerry dan kawan-kawannya yang masih menghabiskan makanannya kita segera ke pantai mau melihat dan mengabadikan terbenamnya matahari dari tanah Karimunjawa. Sungguh momen yang menakjubkan!!!.

Minggu, 10/7/2011 - Sunset di Karimunjawa.

Minggu, 10/7/2011 - Sunset di Karimunjawa.

Sebelum kembali ke home stay kita jalan-jalan di sekitar alun-alun. Di salah satu sudut alun-alun tepatnya depan pos TNI AL ada penjual jagung bakar dan jus. Harga satu jagung bakarnya Rp4.000,00 dan jus Rp7.500,00. Tak disangka, sedang asik menghabiskan jagung bakar dan menyeruput jus jambu ketemu lagi sama enam cewek bule yang waktu minta tolong diterjemahin di warung makan pulau Panjang.

Minggu, 10/7/2011 - Enam cewek bule beli jus buah.

Kembali ke home stay jam 19.00 wib kita ngobrol bareng dengan tuan rumah pak Mul dan bu Mul. Oya, di pulau Karimunjawa ini ada kebiasaan yang dilakukan warganya yang mempunyai sepeda motor, yaitu meninggalkan kuncinya di sepeda motor padahal sepeda motor di parkir di depan rumah atau warung dan sang pemilik tidak ada di dekat sepeda motornya. Tentu saja, mereka tidak khawatir karena kalau dicuri mau dibawa kemana sepeda motornya?. Satu-satunya penghubung pulau Karimunjawa dengan pulau lainnya yang dapat membawa motor ya hanya menggunakan kapal Ferry. Setelah mengobrol cukup lama kami kemudian beristirahat menyiapkan energi buat esok hari yang rencananya akan mengelilingi pulau-pulau yang ada di sisi barat pulau Karimunjawa.

Senin, 11/7/2011

Selamat pagi semua!!! Rencana hari ini kami akan menyusuri pulau-pulau yang ada di sisi barat Karimunjawa. Bagi teman-teman yang hanya punya waktu singkat selama berada di Karimunjawa disarankan untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada di sisi barat pulau Karimunjawa dari pada ke sisi timur karena jarak antar pulau yang lebih berdekatan ditempuh sekitar 30 – 45 menit dengan menggunakan perahu. Aktivitas hari ini diawali dengan berburu sunrise. Saya dan Dhika sudah bersiap keluar jam 05.00 wib untuk melihat sunrise di pantai yang ada di sisi timur alun-alun Karimunjawa berjarak sekitar 50 meter dari home stay, sedangkan Adit tidak mau ikut, dia mau melanjutkan tidur saja. Sebelum berangkat saya berpamitan dengan pak Mulyono pemilik Home Stay Mulya Indah. Eh, pak Mul begitu saya memanggilnya malah menawari pakai sepeda saja dan gratis. Padahal kalau menyewa sepeda di pak Mul Rp20.000,00 per hari. Kita pun menggowes menuju pantai di sisi timur alun-alun, langit sudah hampir terang. Damn!!, ternyata sunrise-nya tertutup bukit. Gimana nih padahal sudah siap mau lihat sunrise. Rencana berubah, kita pergi saja ke dermaga dengan mencoba kemungkinan masih bisa melihat sunrise dari posisi itu. Gowas-gowes, hmm segar sekali udara pagi di Karimunjawa sambil melihat pemandangan kapal nelayan dan kapal wisata yang bersandar di dekat pantai. Seorang anak kecil memakai seragam putih merah sambil disuapi ibunya dan pemandangan para pelancong yang sedang duduk di teras penginapannya sambil meminum minuman hangatnya, nikmatnya kk . Sekitar 10 menit dari pantai di sisi timur alun-alun menuju dermaga, tidak ada seorangpun disitu kecuali kita berdua masih sepi (eits, jangan berpikiran yang macam-macam yo ). Ternyata sama saja, di posisi ini kita tidak bisa melihat sunrise. Daripada bengang-bengong kita berfoto bareng saja dengan properti sepeda di depan gapura yang bertuliskan selamat datang di Karimunjawa. Oya, ini juga dijadikan sebagai perwakilan KOSKAS Semarang hehe.. Hmm, saya baru ingat kalau tadi kita ijin meminjam sepedanya hanya mau ke pantai di sisi timur alun-alun (teman-teman jangan bilang ke pak Mul ya ). Setelah bergowes ria kita berdua kembali ke home stay bersiap untuk menyusuri pulau-pulau di sisi barat karimunjawa.

Senin, 11/7/2011 - Gowes di Karimunjawa.

Salah satu aktivitas kita nantinya akan snorkeling melihat karang-karang dan ikan yang cantik dan kerenn. Tips: jangan lupa bawa roti buat kasih makan ikan waktu snorkeling. Sewa alat snorkeling (kaki katak+pelampung) di home stay Mulyo Indah hanya Rp30.000,00. Sebelum berangkat perut harus diisi dulu bro, mampirlah dulu kita ke warung bu Ester sekitar jam 07.30 wib. Selama perjalanan ke barat (maksudnya pulau-pulau di sisi barat karimunjawa) kita akan ditemani pak Ali sebagai guide kita, jasa guide Rp70.000,00 dan sewa kapal Rp350.000,00. Karena kapalnya diisi 10 orang (plus rombongan Jakarta) jadi murah nih ongkosnya, per orangnya keluarin Rp35.000,00 saja. Setelah kita semua naik kapal dan pak Ali sedang bersiap mengisi stok solar, kejadian yang tidak kita semua inginkan terjadi gan. Tiba-tiba awan hitam datang dari arah balik bukit, dan saya pun mencium aroma-aroma tanah yang basah terkena tetesan air hujan. Damn, jangan sampai apa yang ada dibayanganku terjadi. Hmm, ternyata Tuhan melihat apa yang sedang saya bayangkan di dalam otak. Tik..tik.., dan semakin deras tetesan air hujan yang jatuh di badan kapal, terpal kapal yang sudah tidak dalam kondisi baik membuat kami segera memindahkan perbekalan untuk makan siang ke sebuah ruang di kapal yang lebih aman dari tetesan air. Tas-tas yang berisi kamera dan hape dibungkus mantel dan diletakkan di tengah kapal yang tidak terkena air hujan. Tadi kan pikiran saya ketika membayangkan akan hujan maka benar-benar terjadilah hujan, maka saya mencoba sebaliknya siapa tahu berhasil yaitu membayangkan hujan berhenti dan langit kembali cerah. Setelah menunggu 30 menit terkabul juga .

Senin, 11/7/2011 - Bersiap naik kapal.

Jam 09.30 wib kapal yang akan membawa kita ke lokasi snorkeling, dan mengunjungi pulau berpasir putih dengan deretan karang di bibir pantainya berangkat. Tujuan pertama yaitu ke pulau Menjangan Kecil, disini kita akan ber-snorkeling bersama rombongan dari kapal lain yang sudah sampai. Jangan lupa gunakan pelampung apabila tidak bisa berenang, apabila punya kamera yang bisa digunakan di air sangat disarankan untuk dibawa, dan bawa roti untuk memancing ikan datang ke kita. Sungguh pemandangan yang menakjubkan melihat karang yang berwarna-warni dan ikan mendekat berebut roti di tangan. Hati-hati apabila terkena karang, sangat tajam bisa menimbulkan luka. Pengalaman pertama snorkeling sangat mengasyikkan, dimana kita yang biasa bernapas menggunakan hidung harus membiasakan menggunakan mulut yang telah terpasang selang (namanya apa sih?) yang akan menukar udara di permukaan air. Berkali-kali terpaksa mencicipi asinnya air laut yang masuk ke mulut, huff.. Oke, akhirnya harus diakhiri snorkeling disini hampir 30 menit, selanjutnya akan berkunjung ke pulau Gosong atau ada yang menyebutnya dengan pulau Liang.

Senin, 11/7/2011 - Snorkeling di pulau Menjangan Kecil.

Senin, 11/7/2011 - Snorkeling di pulau Menjangan Kecil.

Senin, 11/7/2011 - Bersama Jerry Jason Lasmana dkk (rombongan dari Jakarta).

Di pulau ini kami disajikan keindahan pasir putih dipadukan karang-karang dangkal serta langit birunya yang cerah. Kapal mulai memperlambat kecepatan karena sudah mendekati pulau Liang, dimana pulau Liang dikelilingi karang dangkal. Seorang pemandu maju ke ujung kapal untuk membantu pak Ali yang sedang jadi nahkoda supaya menghindari kapal dari menabrak karang. Setelah sampai, kami pun turun dan segera menyusuri pantai sambil tidak lupa foto-foto, sedangkan pak Ali beserta seorang kru kapal lainnya membuat lubang yang akan dijadikan tempat membakar ikan Badong. Ikan yang akan kami santap sebagai makan siang. Suasana pantai cukup ramai dengan terparkirnya 7 kapal yang membawa puluhan orang di tiap kapal. Pengunjung ada yang berfoto bersama, menimbun diri dengan pasir hingga seluruh tubuh tertutup pasir, bahkan ada yang berjalan hampir ke ujung karang di pulau ini. Perut sudah keroncongan yang membuat kami berjalan menjauhi pantai menuju lokasi pembakaran ikan Badong. Uhuy, ternyata ikan Badong yang telah dibakar sudah siap untuk disantap, manstab kk . Sambil menyantap ikan Badong yang lezat, kami melihat seseorang yang tingginya sekitar 175 cm, badannya kurus dengan warna kulitnya hitam, memakai kemeja yang tidak dikancing semua sedang menari-nari dengan semangatnya sambil diiringi musik dangdut pantura. Sepertinya dia beach boy di pulau ini haha.. Info: hampir setiap pulau ada biaya sandarnya, di pulau Liang ini biaya sandarnya Rp30.000,00.

Senin, 11/7/2011 - Pemandu kapal sedang mengarahkan arah kapal agar menghindari karang.

Senin, 11/7/2011 - Foto keluarga di pulau Liang.

Senin, 11/7/2011 - Bermain pasir.

Senin, 11/7/2011 - Pulau Liang.

Senin, 11/7/2011 - makan siang kita, ikan badong.

Setelah makan siang, sekitar jam 12.30 wib kami meninggalkan pulau Liang menuju pulau Cemara untuk ber-snorkeling lagi. Perjalanan ditempuh sekitar 30 menit, menurut saya karang-karang yang ada di pulau Cemara ini kondisinya kurang baik, banyak yang rusak. Info: jangan lupa gunakan sun block sebelum terjun snorkeling. Kami tidak betah berlama-lama disini, perjalanan dilanjutkan menuju Tanjung Gelam. Tanjung ini terletak di pulau utama yaitu pulau Karimunjawa. Sebelum berangkat, kapal berputar-putar mencari pak Ali yang sedang mencari kaos dari salah satu rombongan Jakarta yang jatuh ke laut. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan pak Ali, karena dengan cekatan beliau terjun ke tengah laut kemudian berenang mendapatkan kaos itu. Di tanjung Gelam biaya sandarnya Rp25.000,00 yang nanti diserahkan kepada pak Ali. Di Tanjung Gelam ini, kami disuguhkan keindahan sejumlah batu-batu besar di pantai dengan latar belakang pepohonan kelapa dan pohon jenis lainnya. Selain itu, disini banyak terdapat warung-warung kecil yang menyediakan gorengan, minuman, dan Pop Mie dengan kisaran harga dari Rp1.500,00 sampai Rp3.000,00.

Senin, 11/7/2011 - Brother Dhika.

Senin, 11/7/2011 - Tanjung Gelam.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 15.30 wib, sudah cukup sore dan perasaan saya sudah tidak enak karena tujuan kami sepertinya hanya ke dermaga untuk pulang. Tapi Jerry menawarkan ke pak Ali untuk mengunjungi penangkaran ikan hiu, wow tujuan seru nih. Lokasi penangkaran ikan hiu ini tidak jauh dari pulau utama, biaya sandarnya Rp20.000,00 dan biaya terjun langsung bersama ikan hiu Rp5.000,00. Oya, saat perjalanan menuju lokasi penangkaran ikan hiu kami melihat di pulau Karimunjawa ada 3 BTS telepon seluler. Jadi teringat cerita om bowienk yang berjuang mendirikan BTS pertamax di Karimunjawa, hingga terpaksa naik kapal nelayan selama sekitar 12 jam. Oh, kami tidak bisa membayangkannya. Btw, BTS yang didirikan om bowienk yang mana ya??. Di penangkaran ikan hiu kami bertiga tidak terjun karena sudah cukup lelah, jadi hanya mengamati ikan hiu dari atas. Kalau alasan saya sebenarnya takut digigit, karena di kaki saya banyak luka terbuka yang masih mengeluarkan darah gara-gara terkena karang tadi hehe.. .Di penangkaran ini ada 2 kolam, kolam pertama berisi hiu semua mulai dari sekitar ukuran 1 meter hingga 1,5 meter. Sedangkan kolam kedua jenis ikannya campuran, ada ikan hiu, nemo, dan lainnya.

Senin, 11/7/2011 - Penangkaran ikan hiu.

Senin, 11/7/2011 - Penangkaran ikan hiu.

Senin, 11/7/2011 - Penangkaran ikan hiu.

Jam 17.00 wib kami kembali ke home stay, setelah membersihkan diri kami bersama rombongan Jerry menuju alun-alun mau makan malam. Kali ini rombongan ingin mencicipi makanan selain dari warung makan bu Ester (tapi saya tetep bu Ester, hee). Ada gado-gado yang sudah termasuk telur harganya hanya Rp5.000,00 padahal kalau di Jakarta minimal Rp10.000,00 kata seorang teman dari Jakarta. Setelah dari alun-alun saya dan Dhika mampir dulu ke pusat oleh-oleh. Disini dijual berbagai cinderamata khas Karimunjawa, mulai dari kaos, gantungan kunci, jam pasir, dan lainnya. harga kaos dimulai dari Rp35.000,00 sampai Rp70.000,00. Kembali ke home stay mau beristirahat persiapan buat pulang besok pagi yang paling tidak harus sudah bangun jam 04.00 wib. Tapi, sebelum tidur saya dan Jerry ngobrol-ngobrol dulu dengan teman satu home stay kita yang dari Bandung. Mereka adalah Adel (Bandung). Nurul (lupa asalnya), Lita (Batam), dan Fia (Ambon). Mereka berempat dari Unpad jurusan kelautan dan kedatangan mereka di Karimunjawa adalah KKN. Seharian tadi mereka berkunjung ke pulau Karimunjawa sebelah utara, mereka menunjukkan foto-foto lokasi penangkaran lumba-lumba (tapi masih belum ada ikannya), hutan mangrove, dan bandara. Perjalanan ke sisi lain pulau Karimunjawa itu ditempuh sekitar 1 jam, dengan kondisi jalan yang sudah beraspal. Ternyata masih ada keindahan lain dari pulau Karimunjawa ini . Jam 22.00 wib saya mengakhiri obrolan dengan mereka, dan segera menuju ke kamar untuk istirahat.

Senin, 11/7/2011 - Pusat oleh-oleh Karimunjawa.

Selasa, 12/7/2011

Jam 04.15 wib kita sudah bangun, segera packing dan melunasi pembayaran home stay dengan pak Mul. Sewa kamar isi bertiga di home stay Mulya Indah Rp70.000,00 satu harinya, dan bayar makan siang kemarin ikan Badong Rp15.000,00. Setelah melunasi kewajiban kita dan berpamitan dengan pak Mul kita check out jam 05.30 wib, dengan berjalan kaki menuju dermaga sekitar 2 kilometer. Apabila ingin menggunakan becak juga bisa dengan harga Rp10.000,00. Suasana pagi yang cerah, dan sinar matahari masih tertutup di bukit tidak membuat perjalanan kita menuju dermaga terasa capek. Sesampainya di dermaga, suasananya sudah ramai. KMP Muria sudah bersandar sejak kemarin sore, orang-orang sudah mengantri di depan loket walau loketnya belum dibuka. Si Adit mengantri dulu, sedangkan saya dan Dhika mencari sarapan. Selesai sarapan saya menggantikan Adit mengantri tiket. Setelah mendapatkan tiket kita segera naik ke kapal mencari tempat duduk. Hei, kita tidak menyangka akan mendapatkan tempat duduk di posisi yang sama di waktu kita berangkat. Di pojok kanan belakang kapal kelas ekonomi. Tanpa menunggu lama jam 07.15 wib KMP Muria menyalakan mesin dan meninggalkan Karimunjawa. Bye-bye Karimun… Sungguh pengalaman yang mengesankan dan menakjubkan berada di pulau Karimunjawa . Jam 13.20 wib kami menginjakkan kembali kaki di tanah jawa di pelabuhan Kartini, Jepara. Perut yang keroncongan selama di kapal, hanya di isi segelas Pop Mie saja membuat kita mampir ke warung makan bu Lastri lagi untuk makan siang sambil menunggu di jemput mas Rido. Kami meminta mas Rido nanti menjemputnya di depan gerbang masuk pantai Kartini dan pelabuhan. Tak lama kemudian mas Rido datang dan segera menuju ke terminal mengantar Adit yang akan pulang naik bus. Setelah mengantar Adit ke terminal, mas Rido mengantar saya dan Dhika kembali ke rumahnya di desa Langon untuk mengambil motor sekaligus berpamitan kepada pak Inggi dan keluarga. Oya, kita juga mengucapkan terima kasih karena sudah menjaga motor ane, sama memberi oleh-oleh buat mas Rido. Jam 18.30 wib kita sudah sampai Semarang dengan selamat. Pengalaman dan petualangan yang tidak akan kami lupakan di Karimunjawa. Bagaimana merasakan serunya gagal mendapatkan tiket, 6 jam di ombang-ambingkan kapal, berkenalan dengan teman-teman baru, snorkeling di salah satu tempat yang terindah di dunia, dan mengenal budaya baru. Sekali lagi pesan kita, Ayo datang ke Karimunjawa mumpung belum tenggelam karena efek global warming hee…

Selasa, 12/7/2011 - KMP Muria bersiap kembali ke tanah jawa.

 Info tiket dan penginapan:

  • Tiket KMP Muria ekonomi Rp30.500,00; VIP Rp79.000,00
  • Ongkos barang di KMP Muria bergantung pada volume dan berat: sepeda motor Rp27.000,00; mobil (roda 4) Rp262.500,00; mobil roda 6 / truk kecil Rp350.800,00; truk besar Rp603.300,00
  • Ongkos naik Kapal Motor Cepat (KMC) Kartini 1 (Pelabuhan Tanjung Emas Semarang – Karimunjawa): ekonomi Rp69.000,00; VIP Rp84.000,00
  • Home Stay Mulya Indah: HP 081326344987, 0297-312106. Jalan Pemuda RT. 01 RW.02 Karimunjawa 59455. Pemilik: pak Mulyono.

Biaya dan Pengeluaran:

1. Ongkos bus Terboyo-Jepara = Rp10.000,00
2. Ongkos kapal ke pulau Panjang = Rp12.000,00 /orang.
3. Makan di bu Lastri = Rp5.000,00 – Rp10.000,00
4. Tiket KMP Muria = Rp30.500,00
5. Pop Mie di KMP Muria = Rp5.000,00
6. Sewa sleeping bed di KMP Muria = Rp10.000,00
7. Ongkos transport mobil dari pelabuhan Karimunjawa ke Home stay = Rp25.000,00 /mobil.
8. Home Stay Mulya Indah = Rp70.000,00 /malam/orang.
9. Makan di Warung Makan bu Ester = Rp4.000,00 – Rp10.000,00
10. Sewa kapal = Rp 350.000,00 /kapal
11. Jasa guide = Rp70.000,00
12. Sewa alat snorkeling = Rp30.000,00
13. Biaya sandar = Rp20.000,00 – Rp30.000,00 /kapal/pulau
14. Biaya terjun ke penangkaran hiu = Rp5.000,00

Iklan