Postingan di blog saya kali ini hanya ingin mengingatkan untuk kita semua saat di jalan raya. Biasanya di salah satu sisi jalan raya kita akan melihat papan peringatan yang dibuat oleh kepolisian atau dinas perhubungan yang mengingatkan kita jika mengantuk segera beristirahat. Tadi malam di jalan Ambarawa – Semarang saya tidak melihat atau sempat tidak melihat, namun mengalami ketidakpatuhan pada peringatan itu. Berangkat dari Ambarawa jam 23.00 wib, bersama seorang kawan yang saya boncengkan menggunakan sepeda motor.

Ketika sampai di daerah Ungaran rasa kantuk sudah mulai muncul. Kelopak mata sudah berat untuk membuka kembali dan melihat jalan di depan. Respon dengan kendaraan di depan sudah mulai berkurang, seperti terlambat mengerem dan berjalan zig zag. Terakhir, ketika sudah sampai di lampu merah Ngesrep yang mau masuk kampus Undip Tembalang saya sadar sudah melewati pertigaan itu. Namun antara merem melek mata saya, tiba-tiba saya sadar sudah sampai di persimpangan antara mau masuk jalan ke arah gombel lama dengan gombel baru (Nasmoco Gombel). Jadi jarak sekitar 1 kilometer antara lampu merah mau ke Undip dan Nasmoco Gombel saya menyetir menggunakan mata batin sepertinya 🙂

Yup, ini sangat berbahaya kawan. Untungnya kesadaran saya masih ada, coba kalau tidak. Jadi, apabila badan kita sudah terasa lelah biasanya muncul dengan tanda-tanda mata mengantuk, sering menguap, dan respon terlambat dengan lingkungan sekitar, akan lebih baik kita segera meminggirkan kendaraan dan beristirahat sejenak. Saya pernah baca, kalau sudah 2 jam menyetir sebaiknya kita beristirahat.

Sumber gambar: http://ad-miration.blogspot.com/2010/10/dont-drive-whilst-thaird.html
Iklan