Menarik sekali update status Facebook dari salah satu kawan saya Ariyantika Wulandari mengenai barang-barang kebutuhan sehari-hari yang ada di sekitar kita mulai dari minuman, sabun, beras, bahkan alat komunikasi ternyata kepemilikannya mayoritas ada di tangan asing. Ada rasa miris dan prihatin mengetahui hal-hal tersebut. Sebelum membaca fakta-fakta tersebut, di Facebook ada grup Gerakan Beli Indonesia yang mengajak kita untuk membeli produk-produk Indonesia. Mereka mengusung 3 gerakan:


1. Membeli Produk Indonesia
Bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah tetapi karena milik bangsa sendiri.

2. Membela Bangsa Indonesia
Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa.

3. Menghidupkan Semangat Persaudaraan
Aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku, kita ada untuk saling tolong menolong.

Info lebih lengkapnya dapat Anda simak di www.beliindonesia.com dan mengikuti twitter @beliindonesia.

Yang Tersisa Dari Indonesia”

Mari kita cermati, mulai bangun tidur tadi :

Kita minum Aqua yang 74% sahamnya milik Danone, perusahaan Perancis atau Teh Sariwangi 100% saham Unilever Inggris, minum susu SGM, Sari Husada yang 82% saham Numico Belanda.

Lalu mandi pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).

Sarapan berasnya import Thailand/Vietnam, gulanya juga import.

Sehabis makan rokoknya Sampoerna yang 97% saham Philip Morris Amerika.

Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Amerika, Eropa, tinggal pilih.

Sampai kantor nyalain AC atau komputer buatan Jepang, Korea, China atau Amrik.

Pakai HP yang operator Indosat, XL, Telkomsel semua saham mayoritasnya milik asing, Qatar, Singapore, Malaysia.

Terus belanja ke Alfa yang 75% sahamnya Carrefour/Prancis, ke Giant atau Hero, Ini punya Dairy Farm Internasional, Malaysia. Atau ke Circle- K Milik Amerika.

Ambil ATM di BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing saham mayoritasnya.

Bangun rumah pakai semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg Jerman 61,70%. Semen Gresik milik Cemex Mexico, Semen Cibinong punyanya Holcim milik Swiss.

Presidennya asli orang Indonesia tapi konon diduga dikendalikan asing.

Masih banyak lagi kalo mau diterusin.
By the way BB yang Anda pegang dari Canada.

BERDAULATKAH INDONESIA ?

Mungkin yang original Indonesia asli hanya tinggal “Koruptor”nya saja, pertanyaannya :
Haruskan tahun 2014 kita pilih Presiden dari negara lain ?

Ralat: Saham Telkomsel sebesar 65% masih dikuasai Telkom, sedangkan 35% dikuasai Singtel.
Iklan