Lantai dua di gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang saat itu cukup lengang. Setelah menginjak anak tangga terakhir menuju lantai 2 saya melihat dua petugas PMI sedang melayani permohonan donor darah dari seorang pendonor. Sambil menunggu antrian untuk mendonor, saya melihat ada sebuah alat timbang badan. Saya berjalan ke alat timbang itu dan menimbang berat badan saya. Jarum dari alat timbang itu menunjuk ke angka 63, jadi berat badan saya 63 kg, kalau buat saya masih kurang berat hehe :). Masih menunggu antrian, saya kemudian mengambil sebuah brosur kecil yang diletakkan dengan rapi di meja pendaftaran.

Warna merah mendominasi brosur itu. Di dalam brosur itu berisi beberapa info yang cukup penting. Salah satunya yaitu, kota Semarang memiliki 31 Rumah Sakit/Rumah Sakit Bersalin yang rutin meminta darah. UDD PMI kota Semarang mempunyai patokan minimal persediaan darah yaitu sebanyak 250–300 kantong setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan darah. Tapi, perolehan donor di UDD PMI kota Semarang baru mencapai 100–150 kantong setiap harinya. Yup, melihat data itu kebutuhan kantong darah di kota Semarang baru tercukupi hampir separuhnya. So, mari kita donor darah di pelayanan donor darah gedung UDD PMI kota Semarang jalan Mgr. Soegijapranoto no. 35 Semarang, telp. (024) 3515050, setiap hari Senin-Minggu jam 07.30–20.30 wib atau ketika ada aksi kegiatan donor darah di tempat-tempat tertentu.

Saya ingin meretweet (kalau istilah dunia pertwitteran hee..) yang pernah diucapkan dr. Hadi Wibowo mantan Kadinkes Kota yang kini menjabat Direktur RSU Hermina Semarang yang mempunyai slogan “Nyumbang Duit Itu Biasa… Nyumbang Darah Luar Biasa…!”, kerenn. Di artikel selanjutnya saya akan membahas bagaimana alur melakukan donor darah. Tunggu saja 🙂

Sumber gambar: https://bayudeje.files.wordpress.com/2012/04/donor1.jpg?w=300
Iklan