Tag

, , , ,

sampai di kota Tegal

sampai di kota Tegal

“Gila kamu Bay!!!” komentar salah seorang kawan setelah mendengar jawaban saya mengapa badan saya sekarang kurusan haha… .Yup, salah satu penyebab badan saya sekarang kurus karena akhir Oktober kemarin, tanggal 26 – 29 Oktober 2013, saya melakukan touring sepeda mudik dari Semarang ke Brebes sejauh 171 km. Selama ini kalau gowes yang sampai ke luar kota saya melakukannya dalam satu hari saja pergi-pulang. Selain untuk mengukur kemampuan ketahanan fisik seberapa jauh saya bersepeda dalam sehari, tujuan lain yaitu ingin mendapat gambaran bagaimana rasanya touring. Karena ke depannya saya ingin touring lagi yang lebih jauh mungkin hingga sampai lintas pulau, kalau ditanya kapan ya saya akan jawab besok :p

Saya berangkat dari Semarang jam 05.40 wib, dengan perlengkapan handlebar bag (pinjam dari @dHika_wannabe) didalamnya saya isi 1 baju dan 1 celana panjang, 3 handphone, 1 set kunci L, dompet, salep, dan charger handphone. Tas punggung (sebetulnya tidak disarankan untuk touring) saya isi bekal roti, sepatu, dan pompa kecil. Saya terpaksa tetap menggunakan tas punggung karena kurang persiapan untuk memasang pannier belakang. Perjalanan dari Semarang-Weleri cenderung datar hanya di kota Semarang yang masih ada tanjakan, namun sampai Weleri otot di kaki sudah terasa panas. Tanjakan pertama setelah meninggalkan Weleri yaitu di tanjakan Alas Roban (saya masuk untuk jalur kendaraan kecil), disini saya sudah tidak kuat untuk gowes nanjak tanpa berhenti. Otot di paha kanan kiri dan betis sudah semakin panas. Apalagi ditambah dengan masalah loncat-loncat di RD (Rear Derailluer) sejak saya keluar rumah tadi. Jadi masalah ini sudah ada sejak saya berangkat, RD bermasalah ketika mengeluarkan sepeda kemudian saya parkir di belakang. Saya tinggal masuk ke dalam rumah sebentar, tak lama saya mendengar suara sepeda jatuh, sialnya posisi jatuh sepeda ke sisi kanan dimana disitu ada RD. Sampai sekarang saya masih belum bisa menyetel RD maupun FD secara mulus hehe..

Di jalur Alas Roban sampai kecamatan Tulis, Batang, banyak tanjakan dan turunan yang saya lalui, beberapa kali saya harus istirahat pendek ditambah cuaca yang semakin panas cerah. Setengah perjalanan saya capai di Tulis, jam 11.50 wib tepat dengan rencana istirahat panjang saya. Istirahat panjang maksudnya istirahat antara 60 menit – 75 menit, sedangkan istirahat pendek antara 5 menit – 15 menit. Itu istilah saya ciptakan disesuaikan dengan kemampuan fisik saya. Di kota Batang saya ketemu bengkel sepeda yang bisa memperbaiki RD, sempat saya cari bengkel di Kaliwungu tapi orangnya baru datang siang, di kota Kendal dan Weleri tidak lihat ada bengkel sepeda satu pun. Cukup bayar jasa setel RD Rp5.000,-, sekarang sudah lebih baik walaupun belum mulus. Kemudian mengenai kondisi jalur memasuki kota Batang sampai Brebes sudah datar terus.

Masuk kota Batang

Masuk kota Batang

Beberapa kali di Pekalongan dan Pemalang saya berusaha untuk menempel bokong truk tapi sangat sulit, karena truk yang berjalan walaupun sudah lambat tapi masih terlalu kencang bagi saya. Mungkin kalau posisi saya masih di Kendal masih bisa menempel, berhubung fisik yang semakin lelah ya lewatlah truk itu. Sekitar 8 km lagi dari rumah, tepatnya ketika melewati Rita Mall, kota Tegal hujan deras turun. Berteduh sebentar di bengkel mobil setelah Rita Mall hampir setengah jam, sengaja saya tidak membawa jas hujan karena terlalu berat apabila ditaruh di tas punggung. Sampai rumah di Brebes sekitar jam 18.45, jarak 171 km saya tempuh dalam 13 jam.

Ada satu ruas jalan menuju Brebes dan satu ruas jalan menuju Semarang yang sedang dalam perbaikan, namun tidak terlalu panjang, sekitar 1 km. Khas jalur pantura yang perlu diperhatikan adalah cuaca panas, jalan yang mengelupas dan bergelombang, serta kendaraan besar (bus dan truk) yang akan menyalip dari sebelah kiri. Sehingga perlu waspada dengan klakson mereka serta suara mesin besar mereka yang semakin mendekati kita. Mereka akan tetap memaksa kita untuk turun sampai ke luar badan jalan, jadi segera tengok ke belakang kalau sudah merasakan tanda-tanda mereka datang 😀

Untuk waktu pulang ke Semarang saya putuskan hari Selasa. Sebelumnya saya sudah mempersiapkan waktu pulang hingga hari Kamis apabila lutut saya terasa ngilu. Namun saya tidak merasakannya karena selama berangkat saya menjaga fisik jangan terlalu lelah, apabila sudah capek saya minggir dulu untuk beristirahat. Kepulangan saya ini ditempuh lebih cepat satu jam daripada berangkat, saya berangkat dari Brebes jam 5.45 dan sampai Semarang jam 17.45, jadi sekitar 12 jam waktu yang saya habiskan di jarak 171 km.

Biaya PP: makan Rp23.000,-; minum Rp12.200,-; cemilan Rp10.000,-; servis Rp10.000,-; beli pompa sepeda Rp35.000,-.

jalan-jalan di kota Brebes

jalan-jalan di kota Brebes

Iklan