Tag

, , , ,

Wisata Alam Bukit Bangkirai

Wisata Alam Bukit Bangkirai

Membuka jendela dari lantai dua ruko tempat sementara saya tinggal lalu merasakan udara pagi yang masuk melewati wajah membuat saya segar dan juga agak kurang senang. Karena di kejauhan saya melihat sederetan awan coklat pekat yang biasanya akan menjadi tanda turunnya hujan. Hari Sabtu pagi 19 April 2014 saya merencanakan pergi jelajah ke salah satu wisata alam di dekat kota Balikpapan yang katanya ada jembatan tajuk (Canopy Bridge) dimana saya bisa melihat pemandangan hutan hujan tropis Kalimantan, namanya wisata alam Bukit Bangkirai.

Baru saja keluar 3 km dari ruko titik-titik air hujan sudah membasahi jaket dan kaca helm motor. Kebetulan rute yang saya pilih melewati kantor, jadi menumpang berteduhlah saya di kantor. Saya memutuskan kalau hujan masih terus turun sampai jam 11, saya akan membatalkan perjalanan ini tapi saya tidak mengharapkan keputusan itu. Akhirnya, jam 10 hujan berhenti membasahi kota Balikpapan dan segera saja saya menyalakan mesin motor sebelum awan yang masih gelap di atas berubah pikiran.

Jalanan Balikpapan – Samarinda di hari Sabtu pagi terlihat sepi. Sebagian besar hanya terdiri dari dua jalur saja, sebagian yang lain dua jalur setengah. Maksudnya, jalur berlawanan hanya cukup untuk satu truk, sedangkan jalur arah saya seukuran satu truk lebih setengah, mobil kecil tetap tidak bisa menyalip truk di depannya karena ruangnya terlalu sempit. Kondisi jalan termasuk mulus, namun tetap waspada terhadap lubang yang tiba-tiba muncul. Pemandangan sekitar banyak terlihat lahan kosong dan sesekali ada rumah-rumah penduduk maupun toko.

Jalan Balikpapan - Samarinda

Jalan Balikpapan – Samarinda

Perhatikan di kiri jalan nanti ada papan petunjuk arah ke bukit Bangkirai yang masih berjarak 20 km lagi, papan petunjuk arah tersebut terletak di pertigaan km 38. Di kawasan pertigaan ini sinyal telepon masih ada untuk terakhir kalinya terutama yang bernomor Indosat dan XL, jadi segera balas pesan atau telpon kerabat untuk memberitahu posisi terakhir. Awal perjalanan memasuki pertigaan km 38 setelah melewati perkampungan, saya disambut dengan suara-suara serangga dan di kanan kiri jalan ditutupi dengan pohon-pohon rapat. Apalagi ditambah sinar matahari yang redup tertutup awan mendung serta jalan aspal mulus yang masih basah membuat suasana semakin teduh, saya pun membuka masker dan kaca helm untuk menikmati udara segar tanpa polusi yang jarang saya nikmati.

Belok kiri ke arah Petung

Belok kiri ke arah Petung

Masih masuk 20 km lagi ke wisata alam bukit Bangkirai

Masih masuk 20 km lagi ke wisata alam bukit Bangkirai

Jalan aspal mulus setelah diguyur hujan

Jalan aspal mulus setelah diguyur hujan

Setelah melewati beberapa kilometer dengan jalan aspal yang mulus, saya lalu disambut dengan lubang-lubang besar yang dalam di pinggir kiri kanan bahkan tengah jalan. Sesekali saya berpapasan dengan truk, mobil pribadi, mobil 4WD, dan sepeda motor. Iya sesekali itu berarti papasan dengan kendaraan selanjutnya jaraknya bakal lama. Petunjuk menuju bukit Bangkirai cukup jelas sehingga saya tidak perlu tanya-tanya kepada penduduk setempat, yang penting perhatikan kiri jalan petunjuk menuju bukit Bangkirai akan muncul dan akan melewati gapura yang bertuliskan memasuki kawasan bukit Bangkirai. Jalan aspal berlubang tadi habis selanjutnya adalah jalan tanpa aspal, jalan ini berbatu dan tanah padat. Butuh perjuangan ekstra keras kalau melewati jalan ini saat hujan maupun setelah hujan mengguyur daerah ini, bisa kalian bayangkan sendiri keadaannya.

Jalan tanah dan berbatu

Jalan tanah dan berbatu

Di gerbang memasuki kawasan wisata alam bukit Bangkirai itu nama lengkapnya saya disambut petugas loket untuk membayar tiket masuk, parkir dan asuransi sebesar Rp9.000,-. Disini ternyata ada pula pondok-pondok penginapan, restoran, aula, camping ground, dan taman anggrek. Perjalanan menuju Canopy Bridge akan melewati dua jungle tracking, yang pertama bernama Trek M. Prakosa (150 meter). Disini kita ditunjukkan dengan berbagai macam jenis pohon yang ada disepanjang jalur trek, ada keterangan nama latin, ukuran dan kegunaan jenis pohon tersebut. Trek kedua bernama trek Djamaludin (300 meter), jaraknya yang lebih panjang dengan diiringi suara serangga mengingatkan saya ketika treking menuju puncak gunung merbabu tahun lalu.

Gapura pertama

Gapura pertama

Gapura kedua, 500 meter lagi masuk Wisata Alam Bukit Bangkirai

Gapura kedua, 500 meter lagi masuk Wisata Alam Bukit Bangkirai

memasuki Wisata Alam Bukit Bangkirai

memasuki Wisata Alam Bukit Bangkirai

Trek I, Trek M. Prakosa

Trek I, Trek M. Prakosa

Pohon Keruing

Pohon Keruing

Informasi mengenai pohon Keruing

Informasi mengenai pohon Keruing

Jalur trekking

Jalur trekking

Trek II, Trek Djamaludin

Trek II, Trek Djamaludin

Sebelum menaiki Canopy Bridge saya diminta menunjukkan tiket khusus naik Canopy Bridge sebesar Rp25.000,-. Ternyata di aula ada petugas khusus yang menjual tiket tersebut, tapi tenang saja saya tidak perlu kembali lagi ke aula. Pak Yadi yang menjaga Canopy Bridge memberitahu bisa membayar langsung ditempat. Canopy Bridge ini mempunyai panjang 64 meter yang digantung diketinggian 30 meter dan menghubungkan 5 pohon bangkirai. Ayunan ketika kaki menginjak papan jembatan sempat membuat kepala saya menjadi terasa berat dan pusing, tapi segera cepat hilang rasa pusing di kepala tadi setelah melihat keindahan pemandangan hutan hujan tropis Kalimantan. Selain bisa mendengar suara serangga dan burung dari Canopy Bridge saya juga mendengar suara teriakan monyet ekor panjang yang menggema di telinga saya, terasa damai bisa mendengar suara alam dari sini.

Pintu masuk Canopy Bridge

Pintu masuk Canopy Bridge

Struktur tangga Canopy Bridge dengan ketinggian 30 meter

Struktur tangga Canopy Bridge dengan ketinggian 30 meter

Tangga di Canopy Bridge

Tangga di Canopy Bridge

Hutan hujan tropis Kalimantan

Hutan hujan tropis Kalimantan

Canopy Bridge

Canopy Bridge

Pohon di bawah Canopy Bridge

Pohon di bawah Canopy Bridge

Setelah turun dari Canopy Bridge pak Yadi memberitahu ada jalan lain menuju parkiran motor, jalan itu menuju kebun buah dan melewati taman anggrek. Perjalanannya tidak lama sekitar 15 menit, trus nanti akan sampai di parkiran mobil. Selesai sudah perjalanan saya ke Bukit Bangkirai, tapi saya masih belum puas karena hanya dua jam saja saya disini. Lain waktu masih akan kembali ke sini lagi 🙂

Taman Anggrek

Taman Anggrek

Taman Anggrek

Taman Anggrek

Oleh-oleh saya hanya gambar dan cerita

Oleh-oleh saya hanya gambar dan cerita dari Wisata Alam Bukit Bangkirai 🙂

Info:

Tiket masuk wisata alam bukit bangkirai Rp5.000,-

Parkir sepeda motor Rp3.000,-

Asuransi Rp1.000,-

Tiket naik Canopy Bridge Rp25.000,-

Estimasi waktu perjalanan dari Balikpapan 1 jam 45 menit

Estimasi jarak dari Balikpapan 58 km

Iklan